Categories
News

Trending Topic – Urbanisasi Mendorong M-Commerce Bagian 2

Trending Topic – Urbanisasi Mendorong M-Commerce Bagian 2


Menurut ConsumerLab, masyarakat dari tiga negara yang diteliti tersebut memang merupakan pasar yang sebagian besar masih menggunakan ekonomi tunai, yaitu perkonomian yang mengandalkan uang tunai pada transaksi seharihari. Ekonomi ini ditandai dengan lingkaran kepercayaan, yaitu kelompok anggota keluarga, teman, atau tetangga, yang menyimpan uang secara kolektif dan meminjamkan kepada satu sama lain saat diperlukan. Agak rumit Tahu kegiatan arisan Yah, seperti itulah contohnya yang “Indonesia banget”. Namun demikian kita semua juga tahu bahwa masyarakat berbasis uang tunai memiliki risiko terkait keamanan.

Sumber : Gigapurbalingga

Contohnya adalah salah jumlah uang kembalian ketika konsumen melakukan pembelian di sebuah toko atau gerai lain. Selain itu ada juga risiko jika kita terima uang palsu. Menimbang risiko-risiko dan kepraktisan layanan tersebut, sebanyak 78 persen konsumen di Bangladesh dan 57 persen di Indonesia mengungkapkan tertarik untuk menggunakan pembayaran mobile. Sedangkan di Vietnam tercatat hanya 37 persen. Menyimak angka tersebut, ada sinyalemen kebutuhan yang cukup tinggi dalam layanan keuangan mobile di negara berkembang di Asia, khususnya di bidang jasa pengiriman uang dan pembayaran tagihan ponsel.

Blessing in disguise-nya, menurut Hardyana Syintawati, VP Marketing and Communications Ericsson Indonesia, “Masih banyaknya penduduk Indonesia yang belum tersentuh layanan perbankan membuat layanan keuangan melalui ponsel atau M-Commerce dapat menjadi alternatif utama yang paling memungkinkan untuk diimplementasikan bagi sebagian besar penduduk Indonesia yang masih belum dapat mengakses layanan perbankan.” ConsumerLab juga mendapati bahwa salah satu faktor kunci kebutuhan akan transfer uang yang cepat dan dapat diandalkan adalah urbanisasi, perpindahan penduduk dari desa ke kota. Mereka ini umumnya meninggalkan sebagian anggota keluarga di desa tempat asalnya.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adopsi m-commerce di negara berkembang di Asia. ConsumerLab meneliti keuangan dan konsumsi rumah tangga di antara berbagai tipe konsumen dan pedagang. Fokusnya adalah penggunaan teknologi mobile sebagai alat untuk mengelola keuangan, karena ponsel sudah digunakan secara masif dan menjadi pegangan utama masyarakat. Terhadap aspek finansial, ConsumerLab berfokus pada kebutuhan menyimpan uang, kemampuan membayar tagihan, barang, dan jasa, serta kebutuhan akan mengirim dan menerima uang. Secara kuantitatif, kelompok target penelitian ini adalah pengguna ponsel di perkotaan dan kawasan suburban di seluruh negeri, berumur 15-19 tahun, 6000 orang konsumen, 900 pedagang. Mereka ini mewakili sekitar 6 juta orang di Bangladesh, 24 juta orang di Indonesia, dan 12 juta orang di Vietnam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *