Categories
Parenting

Asi Turunkan Risiko Terpapar Arsenik

Hasil penelitian yang dimuat di jurnal Environmental Health Perspectives memperlihatkan, bayi yang mendapatkan ASI memiliki kadar arsenik lebih rendah dalam air seninya. Menurut para ahli dari Dartmouth College, Hanover, New Hampshire, pilihan Mama untuk menyusui bayinya dapat menurunkan paparan arsenik.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Zat ini secara alami bisa ditemukan di air, bebatuan, tanah, dan udara, begitu juga tanaman dan binatang. Sumber arsenik paling umum bagi manusia adalah makanan, seperti beras, produk olahan susu, dan air. Sementara paparan arsenik pada level tinggi dapat berhubungan dengan penyakit kanker, gangguan saluran pencernaan, dan penyakit lainnya. Paparan arsenik level tinggi terlalu dini bisa berpengaruh pada berat badan serta fungsi kognitif bayi.

Bayi Di Car Seat Harus Tetap Diawasi

Begitu juga dengan baby swing dan bouncer. “Banyak orangtua yang tidak menyadari bahaya dari meninggalkan bayi di ketiga alat ini tanpa pengawasan, baik dalam kondisi terjaga maupun tertidur,” kata Dr. Erich Batra, dari Penn State Medical Center, Hershey, Pennsylvania. Menurut peneliti studi yang dimuat di Journal of Pediatrics ini, ketiga alat tersebut bisa meningkatkan risiko bayi kehabisan napas dan meninggal. “Sebaiknya jangan meninggalkan bayi di car seat tanpa menggunakan tali pengaman atau hanya sebagian yang dikaitkan. Hindari juga meletakkan car seat pada permukaan yang empuk atau tidak rata,” kata Batra. Selain itu, para orangtua juga perlu mengetahui bahwa tali pengaman yang ada di bouncer, swing, maupun stroller bukan jaminan bagi bayi untuk terhindar dari posisi yang membahayakan. Jadi, selalu awasi dan pantau kondisi bayi.

Jatuh Dari Ranjang

“Usia 4 bulan, si kecil sudah bisa tidur tengkurap. Bertambah bulan makin pintar deh bergulingnya. Pernah saya dan suami sampai terbangun karena mendengar tangisnya. Eh, tak tahunya Tsabitha jatuh dari tempat tidur. Setelah kejadian itu, baru deh dibuatkan pengaman di pinggir ranjang agar kejadian serupa tidak terulang.”