Categories
Parenting

Mencegah Mimisan

Untuk mencegah mimisan, Mama dapat melakukan hal-hal berikut ini: • Jika Mama sedang flu atau alergi, usahakan jangan membuang ingus terlalu kencang atau sering-sering mengorek hidung. Lebih baik minum obat dekongestan untuk meringankan gejala flu, tentu harus dikonsultasikan dulu dengan dokter obgin Mama, ya. • Udara yang dingin dan kering juga membuat membran hidung cenderung teriritasi.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman

Karena itu, sesuaikan suhu pendingin ruangan yang Mama pakai agar jangan terlalu dingin. • Minum air putih lebih dari delapan gelas sehari akan membantu melembapkan membran hidung. • Mengoleskan pelembap di sekitar cuping hidung pun bisa Mama lakukan untuk menambah kelembapan di arena ini. • Bila Mama punya alergi, usahakan menghindari faktor pencetus alergi supaya membran hidung tidak mudah membengkak. •

Saat sedang flu, mandi air hangat sebelum tidur akan membantu melegakan hidung sehingga Mama tidak mudah terbangun karena hidung mampet. • Teteskan minyak kayu putih ke dalam sebaskom air mendidih dan tempatkan di dalam kamar tidur. Uapnya akan membantu melegakan pernapasan Mama. • Menghirup uap larutan NaCl juga bisa membantu mengencerkan ingus di hidung.

Metode Sunat

Ada beberapa teknik atau me tode sunat. Pertama, sirkumsisi, yaitu de ngan menggunting kulit kulup yang mengelilingi ujung penis, selanjutnya di lakukan penjahitan dengan benang yang dapat diserap. Kedua, metode guillotine, yaitu de ngan menjepit kulit kulup menggunakan klem. Setelah ditarik dan dijepit dengan klem, kulit kulup lalu dipotong. Tentunya setelah dipastikan posisi glans penis aman.

Dari kedua metode tersebut, yang paling sering dilakukan adalah sirkumsisi, karena le bih aman. Sedangkan metode guillotine sangat berisiko se hingga tidak dianjurkan di lakukan oleh ahli bedah yang tak ber pengalaman. Saat ini ada juga beberapa metode baru, seperti smart klamp dan laser. Ada baiknya sebelum sunat, bicarakan ter lebih dahulu dengan dokter me ngenai metode yang akan digunakan, dari proses ker janya hingga kelebihan dan kekurangan metode tersebut. Sunat juga menurunkan risiko penyakit menular seksual dan kanker penis.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Categories
Parenting

Asi Turunkan Risiko Terpapar Arsenik

Hasil penelitian yang dimuat di jurnal Environmental Health Perspectives memperlihatkan, bayi yang mendapatkan ASI memiliki kadar arsenik lebih rendah dalam air seninya. Menurut para ahli dari Dartmouth College, Hanover, New Hampshire, pilihan Mama untuk menyusui bayinya dapat menurunkan paparan arsenik.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Zat ini secara alami bisa ditemukan di air, bebatuan, tanah, dan udara, begitu juga tanaman dan binatang. Sumber arsenik paling umum bagi manusia adalah makanan, seperti beras, produk olahan susu, dan air. Sementara paparan arsenik pada level tinggi dapat berhubungan dengan penyakit kanker, gangguan saluran pencernaan, dan penyakit lainnya. Paparan arsenik level tinggi terlalu dini bisa berpengaruh pada berat badan serta fungsi kognitif bayi.

Bayi Di Car Seat Harus Tetap Diawasi

Begitu juga dengan baby swing dan bouncer. “Banyak orangtua yang tidak menyadari bahaya dari meninggalkan bayi di ketiga alat ini tanpa pengawasan, baik dalam kondisi terjaga maupun tertidur,” kata Dr. Erich Batra, dari Penn State Medical Center, Hershey, Pennsylvania. Menurut peneliti studi yang dimuat di Journal of Pediatrics ini, ketiga alat tersebut bisa meningkatkan risiko bayi kehabisan napas dan meninggal. “Sebaiknya jangan meninggalkan bayi di car seat tanpa menggunakan tali pengaman atau hanya sebagian yang dikaitkan. Hindari juga meletakkan car seat pada permukaan yang empuk atau tidak rata,” kata Batra. Selain itu, para orangtua juga perlu mengetahui bahwa tali pengaman yang ada di bouncer, swing, maupun stroller bukan jaminan bagi bayi untuk terhindar dari posisi yang membahayakan. Jadi, selalu awasi dan pantau kondisi bayi.

Jatuh Dari Ranjang

“Usia 4 bulan, si kecil sudah bisa tidur tengkurap. Bertambah bulan makin pintar deh bergulingnya. Pernah saya dan suami sampai terbangun karena mendengar tangisnya. Eh, tak tahunya Tsabitha jatuh dari tempat tidur. Setelah kejadian itu, baru deh dibuatkan pengaman di pinggir ranjang agar kejadian serupa tidak terulang.”